Sabtu, 02 Juni 2012

Meninggalnya seorang panutan, K.H. Ahmad Asrori Al Ishaqi



Dunia ini untuk kesekian kalinya kehilangan seorang Ulama’ yang menjadi pengayomonya umat sekalian, seorang yang merupakan guru pembimbing bagi kita, beliau adalah Hadratus Syeikh Romo KH. Ahmad Asrori Al Ishaqi, Beliau Mursyid Thoriqoh Qadiriyah Naqsabandiyah Al Ustmaniyah. Kabar duka itu datang dimana banyak dari kita masih tertidur dengan lelapnya, tepatnya 18 Agustus 2009 lalu dini hari sekitar pukul 2 pagi. Suatu kabar duka yang benar-benar membuat kaget kita semua karena begitu mendadaknya kabar ini, walapun menang kita semua tahu sejak 4 tahun silam beliau sudah menderita penyakit komplikasi yang sangat berat, tapi memang kepergian beliau menghadap Sang Khaliq untuk selamanya ini tidak bisa dipungkiri membawa suatu kesedihan yang mendalam bagi kita semua.
Sosok beliau adalah merupakan suatu sosok ulama yang sulit ditemukan saat jaman sekarang dimana banyak sekali orang yang menjadikan dirinya sebagai ulama’ bukan sebagai pengayomnya umat, tapi sebagai jalan untuk memuluskan kepentingan pribadinya atau golongannya semata. Dalam kondisi jaman yang seperti ini carut marutnya beliau hadir sebagai seorang sosok ulama yang benar benar mencerminkan kalau ulama’itu pewarisnya Nabi, yang jauh dari kepentingan apapun, semua dilandaskan atas mencari ridlo ALLAH semata, walapun banyak dari berbagai macam kalangan yang ingin mendekat pada beliau dengan membawa kepentingannya masing-masing, tapi beliau masih tetap memegang teguh prinsip-prinsip seperti para ulama’ terdahulu yang tidak ada haluan kepentingan pribadi atau golongan.

Semua orang merasa kehilangan, karena sosok yang meneduhkan hati, sosok yang menjadi panutan serta sosok yang menjadi tempat kita menimba Ilmu dan membimbing kita untuk mendapat kecintaan ALLAH itu sudah tiada. Sudah tidak bisa lagi kita dengarkan suara beliau yang menggetarkan hati saat memimpin majelis, sudah tidak bisa dengar secara langsung dawuh-dawuh beliau lagi yang menyejukkan kita serta yang menjadikan kita lebih tau ini dan itu. Kearifan, kebijaksanaan beliau benar-benar membuat siapapun orangnya akan merasa tenang dan damai apabila beliau ada ditengah tengah kita.

Tapi bagaimanapun, beliau sudah menghadap Sang Khaliq, kita berharap semoga kelak di akherat bisa berkumpul dengan beliau dan bisa dipertemukan dengan para guru sampai pada Al Mursyidul Akbar Sayidil Mursalin Sayidina wa Habibina Muhammad di sorga ALLAH Ta’ala kelak, Selamat jalan Romo Yai kami semua selalu merindukan panjenengan, dan semoga kita bisa dengan Baik melaksanakan apa yang sudah panjenengan ajarkan pada kami semua untuk bisa mendapatkan kecintaan ALLAH Ta’ala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kritik dan saran adalah pembangun generasi..Fill it please!